Jumat, 15 Juni 2012

Semangat Persatuan dan Kesatuan


Assalaamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan nikmat yang diberikan kepada kita semua, sehingga kita bisa berkumpul bersama-sama dalam keadaan sehat walafiyat. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi Agung Nuhamad SAW, yang kita nanti-nantikan syafaatnya  dihari yaumul kiamat nanti. Amin-amin Yarobbal ‘alamin.

Hai semua, bagaimana kabarnya???
Alhamdulillah baik ya!
Saya mau bertanya! Siapa diantara kalian yang suka bertengkar dengan temannya, hayo!!!
Tahu tidak kawan-kawan, pertengkaran merupakan suatu perbuatan yang tidak terpuji atau tercela. coba mengapa???? Karena bertengkar artinya terjadi konflik dari kedua belah pihak yang saling bermusuhan, tidak rukun, ingin menang sendiri, merugikan orang lain dan juga merugikan diri sendiri. Kalau ada orang yang bertengkar itu melambangkan mereka  terpecah belah, tidak rukun dan tidak bersatu.
Belum lagi kita sering melihat berita di Televisi menganai konflik antar suku, konflik antar agama, tawuran antar warga, tawuran antar pelajar, dsb. Lalu bagaimana negara kita akan damai dan tentram kalau masing-masing pihak saling bermusuhan????
Padahal kita lahir dan besar dalam satu pemerintahan yang sama dan tempat yang sama yakni tanah air Indonesia. Maka seharusnya kita dapat bersatu sebagai warga negara Indonesia, bukannya malah saling bertengkar dan bermusuhan, makanya
Stop Perdebatan
Stop pertengkaran
Stop Permusuhan
Stop Kerusuhan
Mari kita saling asih
Jangan kita saling adu kepada semua orang.......... hooo...ooooo
Itu sebabnya sehingga Al-Qur’an mengingatkan perlunya kesatuan dan persatuan antara lain dengan firman-Nya :
Dan ta`atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Q.S. Al-Anfal :46).
Hadirin yang berbahagia
Persatuan dan kesatuan merupakan kunci yang utama untuk membentuk lingkungan  yang damai dan tentram.  Coba kita tengok sejarah bangsa kita, Indonesia dapat Merdeka menang melawan penjajah, itu karena rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan beranekaragam etnis,  suku bangsa, budaya, bahasa, dan agama saling bersatu padu melawan Penjajah yang bersenjatakan lengkap. Sedang kita hanya membawa sepucuk bambu runcing. Akan tetapi justru bangsa Indonesialah yang menang. 
Kalau diibaratkan dengan filosofi lidi, satu batang lidi mudah dipatahkan, dua lidi pun juga masih mudah terpatahkan. Akan tetapi jika kita mengambil beberapa lidi yang lebih banyak, kemudian disatukan dan diikat menjadi kesatuan yang utuh, maka seikat lidi itu menjadi kuat sehingga tidak dapat dipatahkan.  Sebab, “Bersatu Kita Teguh bercerai kita runtuh”.
Oleh karena itu marilah kita sebagai warga negara Indonesia, saling bersatu padu. Sebagaimana semboyan bangsa kita BHINEKA TUNGGAL IKA, Walaupun berbeda-beda namun satu jua. Kita anak-anak bangsa merupakan generasi penerus. Masa depan bangsa berada di pundak kita semua. Kalau bukan kita semua, lalu siapa lagi? Perjuangan kita sebagai generasi bangsa saat ini bukan lagi berperang melawan penjajah, namun tugas kita adalah mempersiapkan Sumber daya Manusia yang Unggul dan berprestasi untuk memimpin dan mengelola Negara Kesatuan Republik Indonesia. Caranya bagaimana? Yakni dengan belajar, belajar dan belajar.
Indonesia Merah darahku putih tulangku bersatu dalam semangatmu
Getar, gebyar di langit Jingga.
Hadirin yanng berbahagia, demikianlah yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas perhatiannya, kurang lebihnya mohon maaf sebesar-besarnya. Kalau ada sungai di ladang boleh kita menumpang mandi, kalau ada umur yang panjang, boleh kita berjumpa lagi
Billahi taufiq wal hidayah Wassalamualaikum Wr. Wb.