Pendidikan merupakan hak setiap anak untuk
mendapatkan pelajaran. Meskipun belajar tidak harus berada di bangku sekolah,
namun pembelajaran klasikal di bangku sekolah dirasa efektif memberikan
pengetahuan kepada siswa.Karena banyak pengetahuan yang belum diketahui oleh
siswa yang dapat dipelajari di bangku sekolah Dasar.Dengan harapan dapat
mencerdaskan anak bangsa sesuai fungsi dan tujuan pendidikan Nasional. Pasal 3
UU Sisdiknas menyebutkan, “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta
dcidik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga
Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Terkadang pendidikan yang diberikan kepada anak melalui kurikulum yang sudah diterapkan,terasa sulit untuk diikuti oleh anak didik.Indikator-indikator dirasa sulit untuk dilakukan.Pada hakikatnya seorang anak yang masih dalam tahap belajar mengenal lingkungannya, merasa sesuatu yang diajarkan disekolah dasar merupakan hal baru baginya.Sebelum memasuki bangku sekolah anak terbiasa memandang dan mempelajari yang terjadi di sekitarnya atau yang dialami sebagai suatu kesatuan yang utuh.Sebagaimana seluruh ruang dan kehidupan di sekitarnya merupakan satu kesatuan. Mereka tidak melihatnya secaraterpisah- pisah.
Sayangnya ketika memasuki situasi belajar secara
formal di bangku sekolah dasar, mereka terkadang mengalami kesulitan untuk
memahami fenomena yang terjadi di masyarakat dan alam sekitarnya.
Penyelenggaraan pendidikan dengan menekankan pada pembelajaran dengan mata
pelajaran yang memisahkan penyajian antara satu mata pelajaran dengan pelajaran
yang lainnya akan mengakibatkan permasalahan yang cukup serius terutama bagi
siswa usia sekolah dasar kelas I, II dan III.
Konsep pembelajaran yang memisahkan secara tegas penyajian mata pelajaran pelajaran tersebut membuahkan kesulitan bagi setiap anak karena pengalaman belajar terasa dibuat-buat tidak dirasakan secara langsung oleh siswa. Oleh Karena itu, proses pembelajaran pada satuan pendidikan sekolah dasar terutama untuk kelas-kelas awal, harus dirancang secara tepat karena akan berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman belajar anak. Pengalaman belajar akan menunjukkan kaitan berlalu unsur- unsur konseptual baik di dalam maupun antara mata pelajaran akan memberikan peluang bagi terjadinya pembelajaran yang efektif dan lebih bermakna meaningfullearning).
Konsep pembelajaran yang memisahkan secara tegas penyajian mata pelajaran pelajaran tersebut membuahkan kesulitan bagi setiap anak karena pengalaman belajar terasa dibuat-buat tidak dirasakan secara langsung oleh siswa. Oleh Karena itu, proses pembelajaran pada satuan pendidikan sekolah dasar terutama untuk kelas-kelas awal, harus dirancang secara tepat karena akan berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman belajar anak. Pengalaman belajar akan menunjukkan kaitan berlalu unsur- unsur konseptual baik di dalam maupun antara mata pelajaran akan memberikan peluang bagi terjadinya pembelajaran yang efektif dan lebih bermakna meaningfullearning).
Belum
lagi dalam proses pembelajaran seringkali siswa hanya menjadi objek saja, peran
guru sangat dominan dan seolah-olah menjadi single
actor yang mendominasi aktivitas dalam proses pembelajaran. Padahal
seharusnya dalam pendekatan belajar lebih banyak menempatkan siswa sebagai
subjek belajar.Dalam hal ini guru lebih banyak berperan sebagai
fasilitator untuk membimbing siswa
dalam melakukan aktivitas belajar.
Dengan demikian, diperlukan suatu konsep pembelajaran terpadu yang berpusat pada siswa (student centered), dan memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Selain itu dengan pembelajaran terpadu membuat pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak jelas.Sebab antar mata pelajaran dapat saling dikaitkan, bahkan dengan kehidupan siswa, dan keadaan lingkungannya. Sehingga memudahkan siswa memahami konsep pengetahuan yang mereka pelajari.
Dengan demikian, diperlukan suatu konsep pembelajaran terpadu yang berpusat pada siswa (student centered), dan memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Selain itu dengan pembelajaran terpadu membuat pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak jelas.Sebab antar mata pelajaran dapat saling dikaitkan, bahkan dengan kehidupan siswa, dan keadaan lingkungannya. Sehingga memudahkan siswa memahami konsep pengetahuan yang mereka pelajari.
http://www.sekolahdasar.net/2009/10/konsep-dasar-pembelajaran-terpadu-di.html#ixzz27wtIGICE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar