Jumat, 05 Juli 2013

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Terpadu.



  Kelebihan dan Kekurangan dalam pembelajaran Terpadu.

Menurut Hernawan (2009:1.8), terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran terpadu, antara lain:
 
1.      Kelebihan
a.       Pengalaman dan kegiatan belajar akan selalu relevan dengan perkembangan siswa
b.      Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.
c.       Seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi siswa sehingga belajar akan bertahan lebih lama.
d.      Pembelajaran terpadu dapat menumbuhkembangkan keterampilan berfikir siswa
e.       Menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya

2.      Kekurangan atau kendala:
a.       Kompetensi dasar yang harus dicapai siswa dalam kurikulum sekolah dasar tahun 2004 masih terpisah-pisah kedalam berbagai mata pelajaran yang ada.
b.      Dalam pelaksanaan pembelajaran terpadu dibutuhkan sarana dan prasarana belajar yang memadai untuk mencapai kompetensi dasar secara optimal.
c.       Belum semua guru sekolah dasar memahami konsep pembelajaran terpadu secara utuh. Kendala utama dalam pelaksanaannya yaitu sifat konservatif guru. Umumnya guru merasa senang dengan proses pembelajaran konvensional yang sudah biasa.





Cara Penyampaian Pembelajaran Terpadu



Dalam menyajikan Pembelajaran Terpadu, sepenuhnya diserahkan kepada guru yang akan    mengatur alokasi waktu per minggunya. Dalam arti indikator dari mata pelajaran apa saja yang akan disajikan terlebih dahulu tergantung kepada situasi dan kondisi siswa, guru yang bersangkutan. Misalnya pada hari pertama siswa masuk sekolah, mungkin guru masih dapat memadukan mata pelajaran Bahasa, Pendidikan Kewarganegaraan & Pengetahuan Sosial saja.Kemudian pada hari keempat atau seterusnya barulah dapat menambah dengan memadukan mata pelajaran Kertakes, Matematika dan Penjas, dan seterusnya. Pada prinsipnya cara penyajian Pembelajaran Terpadu ini adalah menyajikan sejumlah mata pelajaran dalam setiap kali pertemuan (tatap muka sehari) tetapi tidak perlu dipaksakan untuk harus selalu meliputi 7 mata pelajaran secara lengkap dalam sehari, melainkan disesuaikan indikator mana yang dapat terpadu.

Sedangkan silabus yang digunakan  mengacu pada perangkat komponen-komponen dalam Kurikulum Berdasar Standar Isi 2006 yang disusun oleh Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional. Daerah dan atau sekolah yang mempunyai kemampuan mandiri dapat menyusun silabus sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya setelah mendapat persetujuan dari Dinas Pendidikan setempat (Propinsi, Kabupaten/Kota) Guru diharapkan dapat mengembangkannya sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar